
Gangguan gunung berapi pada warisan dunia, baru pertama kali terjadi di Borobudur.
Para pekerja tengah merehabilitasi Candi Borobudur (Antara/ Anis Efizudin)
news - Pemerintah tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani Penyelamatan Candi Borobudur Dari Abu Vulkanik. SOP yang diperkirakan selesai pada minggu depan ini akan dijadikan UNESCO sebagai SOP dunia dalam menangani letusan gunung berapi.
"Kejadian ini luar biasa dan baru kali ini terjadi gangguan gunung berapi pada warisan dunia di zaman modern ini," kata Direktur Peninggalan Purbakala Kemenbudpar Junus Satrio Atmodjo di Jakarta, Sabtu 20 November 2010.
Menurut Junus, lembaga PBB untuk warisan dunia, UNESCO yang biasanya bereaksi cepat kali ini bersikap hati-hati. Saat pertama kali gunung Merapi meletus, dirinya telah melapor ke UNESCO. "Tampaknya UNESCO berhati-hati karena kasus gunung Merapi ini pertama kali di dunia," katanya.
Junus menjelaskan UNESCO beserta beberapa pakar dunia terus memantau Indonesia dalam menangani Candi Borobudur dari dampak Gunung Merapi.
Bahkan mereka mendorong Indonesia untuk membersihkan Candi Borobudur, karena metode yang digunakan Indonesia saat ini terbaik untuk membersihkan Candi Borobudur.
"Penilaian asing Indonesia masih positif dalam menangani Candi Borobudur, bahkan mereka mendorong kita untuk lebih rajin membersihkan Borobudur," katanya.
Junus menyatakan SOP akan siap dalam 1 minggu ke depan. Jika hasilnya ternyata bagus, maka UNESCO akan menjadikan SOP ini menjadi standar dunia. Saat ini, dunia pun belum mempunyai standar penanganan kebudayaan jika terkena letusan gunung berapi.
Junus menceritakan pengalaman sewaktu tsunami Aceh. Badan dunia sekelas UNDP sendiri pun tidak mempunyai standar prosedur dalam menangani kebudayaan. Saat UNESCO datang ke Aceh pun, kehadiran mereka ditolak oleh UNDP.
"UNDP bilang ke UNESCO, belum waktunya mereka turun. Hal ini menunjukkan sekelas badan dunia UNDP pun tidak mempunyai skenario penyelamatan kebudayaan," katanya.
Ia mengakui Indonesia sendiri pun belum mempunyai strategi nasional penanganan kebudayaan. Keputusan setingkat Menteri pun tidak ada karena selama ini Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) tidak fokus terhadap penanganan kebudayaan. "Kita sendiri belum mempunyai anggaran darurat untuk menyelamatkan warisan budaya," katanya.

Gus Dur pernah menelepon langsung Raja Fahd di Arab sehingga vonis mati TKI ditunda.
TKI ilegal yang dideportasi
news - Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayat menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paling lemah dalam melakukan diplomasi perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah dibandingkan dengan presiden sebelum dia.
"Padahal diplomasi TKI dari seorang presiden itu penting sekali," kata Anis dalam diskusi bertajuk 'Pahlawan Devisa yang Tersiksa' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu 20 November 2010.
Anis lantas membandingkan diplomasi TKI SBY dengan pendahulunya, baik Abdurrahman Wahid maupun Megawati Soekarnoputri. Abdurrahman atau yang sering disapa Gus dur, menurutnya, dulu berdiplomasi dengan Raja Arab Saudi terkait TKI asal Madura bernama Siti Zaenab yang divonis hukuman mati. "Gus Dur menelepon langsung Raja Fahd di Arab, sehingga ditunda vonis hukuman matinya," kata dia.
Sedangkan Megawati, lanjut Anis, mengundang keluarga Nirmala Bonat, TKI asal Nusa Tenggara Timur, bersama keluarganya datang ke istana ketika menghadapi masalah hukum di Malaysia.
Sementara SBY? "Saat ini saja dua TKI sudah dieksekusi mati di Arab Saudi dan Mesir. Masih ada seorang TKI lagi yang tengah menghadapi ancaman eksekusi mati Arab Saudi."
Catatan Migrant Care, kata Anis, di Arab Saudi ada sekitar 5.600 kasus TKI yang mengalami penganiayaan baik berupa perkosaan seksualitas. "Ini yang terpantau, yang lain kami belum tahu," kata dia. (umi)

"Kalau dapat majikan yang baik ya Alhamdulillah. Tapi kalau tidak?"
Ilustrasi kekerasan
VIVAnews - Pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) aktif melindungi warganya di luar negeri, tak hanya fokus di dalam negeri saja.
Selain itu, dia juga mengimbau pemerintah membuat nota kesepahaman dengan Arab mengenai tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Buatlah perjanjian bilateral tapi dengan mengakomodasi perjanjian kerjasama multilateral yang sudah ada sebelumnya. Itu cara paling mudah untuk dilakukan sekarang," kata Hikmahanto dalam diskusi polemik bertajuk 'Pahlawan Devisa yang Tersiksa' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu 20 November 2010. "Karena perlindungan TKI adalah kewajiban negara terhadap warganya."
Fakta di lapangan, menurut Hikmahanto,TKI yang menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri itu boleh dibilang status dan nasibnya seperti layang-layang. "Kalau dapat majikan yang baik ya Alhamdulillah. Tapi kalau tidak, maka ya terjadilah apa yang terjadi seperti sekarang ini," kata dia. Pada posisi ini lah, menurut dia, peran negara jadi sangat penting untuk melindungi warga negara Indonesia.
Terkait kasus kekerasan yang dialami tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi Sumiati dan Kikim Komalasari, dia menilai, Presiden SBY mesti berkomunikasi dengan Raja Arab Saudi, Fahd. "Tindakan itu untuk menunjukkan komitmen bahwa negara kita memang punya konsen tentang permasalahan ini. Selain itu proses hukum di sana juga harus dipantau terus," katanya.
Jika SBY dapat melakukan diplomasi ini mata internasional akan melihat bahwa Indonesia menginginkan ada perlindungan WNI di luar negeri. Selain itu, sambungnya, SBY juga akan meraih kepercayaan publik bahwa pempimpin negara ini akan melindungi warga negaranya di manapun berada.
Oleh karena itu, Hikmahanto mendukung apa yang telah disampaikan Presiden SBY bahwa Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi perlu mengevaluasi pengiriman TKI ke Arab Saudi. "Karena kita perlu menciptakan bargaining bahwa kalau masih mau terima tenaga kerja kita, mereka harus menandatangani perjanjian bilateral," kata Hikmahanto. (umi)

"Kasus itu sebenarnya hanya perilaku abnormal seseorang yang bisa terjadi di mana saja."
news - Ketua Komite Ketenagakerjaan Arab Saudi, Yahya Hassan Aal Maqbul, memprotes pemberitaan kasus Sumiati di Indonesia. Menurutnya, kasus itu telah dihembuskan di luar proporsinya.
Maqbul protes dengan pemberitaan media di Indonesia yang cenderung menempatkan kasus penganiayaan Sumiati sebagai suatu hal lumrah di Arab Saudi.
"Padahal kasus itu sebenarnya hanya perilaku abnormal seseorang yang bisa terjadi di mana saja," ujarnya seperti dikutip dari laman Arab News. "Saya setuju itu perilaku tercela dan tak dapat diterima masyarakat umum."
Maqbul lantas membandingkan kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah pembantu di Arab Saudi. "Ada banyak laporan tentang bayi yang dibunuh pembantunya, tapi tidak ada kehebohan yang diciptakan atas kasus itu," katanya.
Di Jakarta, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Muhamad Amen Alkhayat, juga mengatakan bahwa kasus yang menimpa Sumiati jarang terjadi. Ia juga membantah anggapan bahwa orang Arab suka menganiaya pembantu. "Kasus Sumiati merupakan kasus yang jarang terjadi," ujarnya.
Kasus penyiksaan Sumiarti terkuak saat 8 November lalu dia dirawat di RS King Fahd dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Selain bibir atasnya yang hilang, tubuh perempuan malang ini mengalami luka bakar di beberapa titik. Kedua kakinya nyaris lumpuh, kulit tubuh dan kepalanya terkelupas, jari tengah retak, alis matanya juga rusak. (hs) *_*

Di sekitar lokasi penemuan makam tercium aroma wangi yang bercampur bau mayat.
Sabtu, 8 Mei 2010, 07:21 WIB
news – Warga pantai Labuan Sait Pecatu, Jimbaran, Bali dihebohkan oleh penemuan sepasang makam misterius diantara karang pantai.
Makam tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas Bala Wista Labuan Sait Pecatu Jimbaran saat sedang memantau pantai dari atas bukit karang, Jumat 7 Mei 2010. Saat menoleh ke samping kiri, petugas itu curiga dengan gundukan misterius yang ternyata adalah makam.
Setelah makam tersebut digali, warga menemukan tiga buah benda yakni berupa putri duyung rambut panjang berukuran kecil dan dibungkus dengan kain putih dan dua lagi berupa jenglot dengan posisi tidur dan bersila dengan panjang masing-masing sekitar 40 centimeter (cm).
Sementara, di sekitar lokasi penemuan makam tercium aroma wangi yang bercampur bau mayat.
Bendesa adat Pecatu, I Wayan Rebong mengatakan penemuan ini merupakan kejadian pertama kali di wilayahnya sehingga akan memusyawarahkan terlebih dahulu dengan warganya jika harus menghanyutkannya ke laut.
”Ini pertama kali di desa kami. Apakah akan dihanyutkan ke laut atau tidak kita musyawarahkan dulu dengan warga. Sementara ini mayat-mayat tersebut kita letakan di tempat penemuannya dan menunggu hasil,” ujarnya.
Penemuan makam misterius ini pun membuat wisatawan yang menikmati liburannya merasa terganggu…*_*
Judul :perfume “The story of a Murderer”
no. ISBN :979397205x
penulis :Patrick Suskind
penerbit :Dastan Books
tanggal terbit :juli-2006
jumlah halaman :428
jenis cover :softcover
dimensi (L x P) :125 x 190 mm
kategori :Suspense
text bahasa :Indonesia
Novel ini menceritakan pada abad ke-18 di Paris, Perancis, hiduplah seorang bernama Jean-Baptiste Grenouille. Ia adalah seorang yang memiliki keanehan, dilahirkan tanpa memiliki aroma badan. Itulah sebabnya ia tidak merasakan dirinya sebagai bagian dari masyarakat, karena walaupun berada di tengah kerumunan, orang-orang tidak akan merasakan/menganggap keberadaannya, walaupun bisa melihatnya secara visual. Terkadang, keadaan aneh ini juga membuat orang-orang di sekitar Grenouille merasa ketakutan tanpa sebab dan ingin segera menjauhinya.
Walaupun begitu, Grenouille sebenarnya memiliki karunia yang luar biasa pada indera penciumannya. Hidungnya sangat peka terhadap aroma. Ia bisa mencium aroma apapun, dari aroma bunga, aroma tanah, aroma kota, aroma gagang pintu, aroma angin di bulan tertentu hingga ke aroma-aroma yang mustahil bisa dicium oleh manusia normal. Ia juga bisa mencium keberadaan benda atau kedatangan seseorang walaupun benda/orang tersebut berada di jarak yang masih amat jauh dan belum bisa dilihat mata. Itulah sebabnya, Grenouille sangat mencintai indera penciumannya. Ia sangat senang mencari aroma-aroma baru untuk kemudian disimpan di database otaknya dan dikombinasikan secara imajiner untuk mendapatkan aroma yang ia inginkan.
Beranjak remaja, Grenouille mendapatkan pekerjaan di toko milik seorang ahli parfum terkenal bernama Giuseppe Baldini. Ia bisa mendapatkan pekerjaan ini setelah sebelumnya membuat Baldini terkesan dengan meniru membuat formula sebuah parfum terkenal dalam waktu sekejap saja. Hal ini wajar, sebab saat ini Grenouille sudah memiliki memori ratusan ribu aroma di kepalanya yang bisa ia kombinasikan sesuka hati. Di toko milik Baldini inilah, Grenouille belajar banyak hal tentang cara pembuatan parfum, peramuan aroma, juga cara mengekstrak aroma dari benda tertentu.
Suatu hari, Grenouille mencium aroma yang sangat indah. Menurutnya inilah aroma sejati dan aroma yang paling agung. Grenouille berpikir, bila aroma ini dijadikan parfum, maka akan menjadi parfum terbaik yang pernah dibuat, dan tentunya, akan memberikan efek hebat kepada lingkungan sekitar dari siapapun yang menggunakannya. Akhirnya, Grenouille berobsesi untuk bisa membuat parfum dari aroma tersebut. Tapi, untuk menggapai obsesinya tersebut, Grenouille harus melakukan pembunuhan terhadap 25 orang…
Mengapa Grenouille harus membunuh banyak orang untuk bisa membuat parfum tersebut? Aroma apa itu sebenarnya? Bagaimana caranya membunuh orang? Berhasilkah Grenouille membuat parfum obsesinya tersebut? Kemudian apa efek dari parfum tersebut bila berhasil dibuat?
Bagaimana kelanjutannya ? Jawabannya tentu akan Anda temukan setelah membaca keseluruhan cerita novel ini.*_*
Gaya penulisan :
Patrick Süskind menulis novel yang berjudul “perfume” ini dengan gaya penceritaan yang sangat menarik. Ia selalu menjelaskan suatu hal secara mendetail. Hal ini membuat cerita benar-benar terasa menarik, contohnya saat Grenouille memburu korban terakhirnya atau saat Grenouille membangun kerajaan imajinasinya. Gaya penceritaan seperti ini membuat pembaca serasa ingin terus membaca mengikuti alur cerita hingga selesai, tanpa sekalipun menutup bukunya.
Cerita pun tidak monoton. Tidak selalu berfokus pada obsesi Grenouille untuk mendapatkan aroma agung. Banyak bab yang menceritakan isi pikiran Grenouille, tentang pola pikirnya, juga tentang keinginan-keinginannya yang tidak biasa.
Novel yang berjumlah 428 ini Lebih dari sekedar unik, akan tetapi juga memiliki beberapa kelebihan. Selain didukung riset memadai soal aroma, novel ini juga menarik dan tak membosankan. Karakter dan perubahan tokoh cerita juga digambarkan dengan kuat. Dari lahir hingga meninggal ada konsistensi yang cukup kuat dari keteguhan pengarang dalam menceritakan " kebencian hidup " Greanouille. tak salah, sejak awal kisah ini menegaskan sifat Greanouille yang aneh.
Tapi di sisi lain, ada juga bagian cerita yang menurut saya memang agak terlalu bertele-tele, seperti saat Grenouille mengekstrak aroma dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini dijelaskan dengan terlalu terperinci. Karena buku ini bukanlah buku cara membuat parfum, menurut saya hal seperti ini tidaklah perlu dijelaskan dengan gaya penceritaan yang mendetail.
Adapun kekurangan novel ini menurut saya adalah plot novel thriller yang seharusnya menegangkan tersaji amat datar. Walaupun begitu, alur demi alur akan terus diceritakan, hingga sampai di akhir cerita, pembaca akan menemui sesuatu yang mengejutkan dan tak terduga sebagai penutup......Well, a little bit crazy i think…
Jean-Baptiste Grenouille terlahir tanpa diinginkan ibunya dan tanpa bau badan. Setelah selamat dari pembunuhan ibunya sendiri yang seorang pelacur, bayi laki-laki ini berpindah dari satu ibu susu ke ibu susu yang lain kemudian dibuang ke rumah penitipan anak yatim piatu. Kedatangan Grenouille menimbulkan perasaan tak nyaman dan terganggu pada anak-anak yatim piatu lainnya. Bukan tersebab kenakalannya, tapi semata-mata karena Grenouille hadir tanpa bau badan. Tidak memiliki bau badan namun punya indera penciuman yang sangat tajam, Grenouille menjelma tokoh genius dalam seni meramu aroma. Setelah mencium aroma seorang perawan cantik, ia terobsesi membuat parfum terbaik beraroma perawan. Tanpa emosi Grenouille membunuh 25 gadis perawan untuk diambil aromanya. Tubuh mereka layu seolah terisap tanpa sisa. Pakaian beserta rambut dan kulit kepala hilang. Pembunuhan berantai yang rapi, terencana dan misterius. Tokoh absurd Jean-Baptiste Grenouille yang hadir tanpa bau badan ini lahir dari tangan seorang penulis kelahiran Jerman 1949, Patrick Süskind. Sebelum menulis Parfume: The Story of a Murderer yang diterjemahkan dari novel asli berjudul Das Parfum: Die Geschichte eines Mörders terbitan Diogenes Verlag, AG Zürich, Patrick Süskind telah menulis di dunia pertelevisian. Naskah panggungnya bertajuk Die Taube (Burung Merpati), adaptasi dari novel keduanya dipentaskan di London pada bulan Mei 1993 dan Der Kontrabaβ (Bas Ganda) dipentaskan pertama kali di Munich kemudian Jerman, Swiss dan Austria. Ia juga mendulang sukses lewat novelnya Die Geschhichte von Herrn Sommer (Kisah Tuan Sommer) terbitan 1992 dan selanjutnya pada tahun 1996 menerbitkan novel Drei Geschichten (Tiga Kisah). Dalam novel Parfume: The Story of a Murderer, Süskind yang pernah memelajari sejarah di Munich ini, menggunakan latar Paris abad ke-18 dengan segala kebobrokannya. Mengikuti perjalanan hidup seorang ahli parfum genius yang kemudian menjadi pembunuh berdarah dingin karena obsesinya, membuat pembaca diserang rasa penasaran yang menakutkan. Sejak awal karakter tokoh dibangun begitu kuat dan jelas. Terlepas dari upaya pembunuhan ibunya sendiri ketika bayi, bertahan dari deraan fisik saat bekerja pada seorang penyamak kulit dan lolos dari penyakit sipilis maupun antrax hingga hidup menyendiri di puncak pegunungan seperti manusia purba. Tokoh Greounille hadir nyata dengan segala sifat keabnormalannya sebagai pemilik tubuh tanpa bau namun juga memiliki kelebihan di atas rata-rata manusia biasa dalam membaui aroma. Indra penciumannya yang luar biasa mampu memilah-milah seluruh bau yang ada di dunia. Dari seorang ahli parfum ternama, ia belajar seni meramu berbagai minyak dan tumbuhan hingga lihai menciptakan berbagai jenis parfum. Kemampuan Greounille dalam meracik aroma sebenarnya melampaui semua parfum-parfum hebat yang dia ciptakan untuk kepentingan bisnis perusahaan. Proses pembuatan parfum yang detail, perbendaharaan bahan-bahan dan alat pembuat parfum yang lengkap membuat pembaca seolah mengikuti detail-detail penciptaan parfum Paris abad ke-18 sekaligus membaui aroma beraneka parfum itu. Novel fiction suspense ini terasa mencekam sekaligus kuat memikat. Suspense diawali ketika pertama kali Grenouille membaui aroma gadis perawan berambut merah kemudian mengisap seluruh aroma tubuh perawan itu dengan penciumannya. Pembunuhan terasa detail dan menegangkan. Sebuah kecenderungan seseorang akan bau dan aroma yang mengubahnya menjadi seorang pembunuh. Membunuh demi satu flacon (sebotol) parfum terbaik. Tidak hanya itu, pembaca juga disuguhi ending yang sama sekali tidak terduga, mengejutkan, kriminal sekaligus menakutkan. Novel ini laiknya sebuah meditasi tentang sifat, kematian, hasrat dan kebusukan. Menjadi international bestseller dan terjual lebih dari 15 juta kopi sekaligus mendapat banyak sanjungan dari berbagai media besar membuat DreamWork mengangkat novel fiction suspense ini ke layar lebar. Tidak meragukan lagi bahwa novel Perfume: The Story of a Murderer lebih dari sekadar bacaan biasa namun sebuah karya sastra yang cerdas, modis, kuat, orisinal, unik dan memikat. Sebuah fenomena yang layak dibaca dan penting bagi kesusastraan. ***
Resensi dari prayudi

Judul buku : Perfume – The Story Of A Murderer
Judul asli : Das Parfum: Die Geschichte Eines Murders
Penulis : Patrick Suskind
Genre : Fiction - suspense
Tebal : 423 halaman
Cetakan : Keenam, Agustus 2006
Penerbit : Dastan Books
Resensi oleh : Lia Octavia
Manusia pada dasarnya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang hidup karena cinta, oleh cinta, dan untuk cinta. Kebutuhan untuk mencintai dan dicintai merupakan kebutuhan dasar yang seringkali diabaikan oleh manusia itu sendiri karena perbedaan persepsi dan definisi mengenai cinta. Terlepas dari persoalan apakah itu cinta, kebutuhan yang satu ini ternyata mampu mengubah sejarah kehidupan seseorang, masyarakat, bangsa, bahkan dunia, serta mengubah cara pandang seseorang terhadap yang lain. Cinta yang membuat dunia terus berputar selama jantung masih berdetak dan nafas masih berhembus. Dunia yang terus berputar selama Sang Pencipta Dunia menghendakinya.
Kebutuhan akan cinta dimulai ketika seorang anak manusia dilahirkan ke dunia. Yaitu cinta seorang ibu kepada anaknya. Cinta inilah yang tidak didapat oleh Jean-Babtiste Grenouille, seorang bayi laki-laki yang dilahirkan di tempat terakhir yang pernah dibayangkan oleh manusia, tempat terbusuk seantero kerajaan Perancis pada abad kedelapan belas. Kelahiran Grenouille di sebuah kedai ikan yang menebarkan aroma gabungan antara melon busuk dan bekas bakaran kotoran binatang serta amis yang sengatannya mampu menutupi aroma mayat, di musim panas itu, merupakan kelahiran yang kelima kalinya bagi ibunda Grenouille dan tidak diketahui siapa ayahnya. Kelahiran Grenouille di bawah meja jagal ikan yang bercampur dengan darah dan kotoran ikan. Kelahiran Grenouille di balik kerumunan lalat, kotoran, dan kepala ikan. Kelahiran Grenouille yang tidak dikehendaki. Kelahiran Grenouille yang tanpa cinta.
Menjadi yatim piatu sejak bayi, ibunda Grenouille dihukum penggal karena sebelumnya membunuh empat bayi-bayinya, Grenouille kecil menjalani hidup dari satu ibu susu ke ibu susu lainnya. Dari rumah yatim piatu hingga biara. Keanehan yang ada pada dirinya, yaitu Grenouille yang tidak memiliki bau seperti halnya manusia lain, membuat Grenouille terbuang dan mengalami siksaan demi siksaan di dalam tempat tinggalnya. Seperti di rumah Madame Gillard, seorang wanita paruh baya yang mengambil anak-anak tanpa nama asal ada yang bersedia membayar; wanita yang tega menyiksanya sampai mati untuk kesalahan kecil sekali pun.
Grenouille kecil belajar untuk patuh, hari demi hari memendam seluruh energi pemberontakan dan pertentangan, mengubahnya menjadi keinginan tunggal untuk bertahan hidup ala kutu di pohon. Mematuhi dan mengerjakan semua perintah tanpa bertanya, membiarkan dirinya dikunci di lemari, bekerja hingga enam belas jam sehari. Begitulah Grenouille menjalani hari-harinya. Tanpa rasa. Tanpa cinta.
Mimpi Grenouille yang sangat didambakannya adalah tetap hidup dan menggenggam secuil kebebasan yang lebih dari cukup untuk bernafas, tanpa tahu alasan mengapa manusia-manusia yang ada di sekitarnya selalu berusaha menyingkirkannya, membuangnya, hanya karena ia berbeda. Grenouille yang tidak sama dengan manusia-manusia lain. Grenouille yang tidak berbau. Grenouille yang ditolak bumi.
Hingga kemudian Grenouille menemukan kenyataan bahwa ia memiliki daya penciuman yang luar biasa. Sebuah anugerah yang dititipkan Sang Pencipta padanya. Hidung Grenouille mampu mengurai berbagai macam bau, mulai dari benda-benda terkecil hingga benda-benda yang letaknya berada dalam radius beberapa kilometer dari tempatnya berada. Hidung inilah yang kemudian membawanya bekerja di rumah Baldini, seorang pengusaha parfum ternama di Paris. Di sana, di tengah berbagai siksaan yang terus menerpa, Grenouille belajar meramu dan membuat berbagai macam parfum dengan aroma yang berbeda-beda. Dan karena kebenciannya pada manusia yang tidak pernah mencintainya membuat Grenouille terobsesi menciptakan parfum terbaik yang pernah ada, yaitu aroma seorang perawan.
******
Patrick Suskind lahir pada tahun 1949. Belajar sejarah di Munich dna menjadi penulis di dunia pertelevisian. Novelnya yang berjudul Die Taube (Burung Merpati) kemudian diadaptasi menjadi naskah panggung dan dipentaskan pertama kali di gedung Teater BAC London pada Mei 1993. Naskah panggung lainnya yang berjudul Der Kontrabas (Bas Ganda) dipentaskan di Munich pertama kalitahun 1981 dan sejak itu menjadi salah satu karya yang paling sering dipentaskan di Jerman, Swiss, dan Austria. Novel Suskind lain yang berjudul Die Geschichte Von Herr Sommer (Kisah Tuan Sommer) (1992) dan Drei Geschichten (Tiga Kisah) (1996). Novel Das Parfum ini adalah novel pertamanya yang terjual lebih dari 15 juta kopi.
Suskind menuturkan kisah ini dengan baik dan amat tidak biasa dengan menuturkan latar belakang psikologi seorang manusia yang tidak pernah mengenal cinta, manusia yang terbuang dan terpinggirkan dari masyarakatnya, dan justru manusia seperti itulah yang diberi anugerah lebih oleh Penciptanya. Anugerah yang bisa menjadi rebutan oleh manusia-manusia lain yang haus oleh ketenaran, popularitas, dan nafsu. Manusia-manusia lain yang berjalan di dalam kegelapan jiwa mereka karena kebodohan dan ketidaktahuan mereka sendiri.
Suskind memaparkan tragedi demi tragedi kemanusiaan di atas panggung bernama kehidupan, dengan pembaca sebagai penontonnya. Dan dengan riset yang sangat baik mengenai aroma dan cara pengolahan parfum, buku ini menjadi cermin latar belakang psikologis mengapa seseorang dapat bertindak seperti Tuhan; mengakhiri kehidupan orang lain. Seseorang yang tidak dicintai hanya karena ia berbeda. Semua, karena satu kata yang mampu mengubah segalanya. Semua, karena cinta.
Don’t wait until you are finished with your qualifying/comprehensive exams to start thinking about a thesis or dissertation topic. Use your graduate courses to pursue a possible topic. Procrastination in selecting a topic can sometimes cause gridlock in your graduate career. Without a topic, you cannot proceed to writing or defending the proposal phase; and more importantly, you cannot begin researching or writing the thesis or dissertation
I have provided 10 tips to help you get moving toward your goal of completing your degree:
1. Don’t Panic — Keep Things in Perspective
Let’s face it, not too many people will read a masters thesis or doctoral dissertation. A thesis or dissertation is not the type of document that piques the general public’s interest mainly because of its academic rigor and writing style. The topic is generally of interest only to the student, experts in the field and the student’s advisor and committee members.
2. Be Organized — Maximize Your Research Efforts
In order to maximize your research efforts, you must be organized and efficient in your search efforts. The more organized you are in the beginning, the more time you will have to write your thesis. Be diligent about keeping track of your files in the early phases of your research to reduce your stress levels later on when your enthusiasm begins to wane. If you have to back track on your research efforts, being organized from the beginning will help make the process less painful.
3. Choose a Subject Area First — Then a Topic
The more information you consume in your broad subject area, the more patterns will emerge. In your coursework readings, you may notice repeated results and conclusions by more than one source, or facts that favor one view more than another. Paying attention to these patterns should help you become more conversant with the relevant literature as well as help you to narrow your focus. Narrowing your topic should be done with help from your advisor and committee members.
4. Consider Expanding a Masters Thesis Into a Dissertation
If you’re working towards a PhD and you wrote a Masters thesis, consider expanding on that topic for your dissertation. You already are familiar with the topic and much of the research is done. This approach can accelerate your progress towards your goal: Completion!
5. Make Sure The Topic Is Interesting
It is imperative that both you and your advisor are interested in your thesis/dissertation topic. Some advisors are reluctant to suggest topics because of the implicit responsibilities associated with guiding a student through the process from start to completion. Your advisor’s enthusiasm for your topic will determine his or her willingness to read, support, fund, and provide timely feedback and direction to your work.
6. Choose a Solvable And Manageable Research Problem
It is important to select a problem that is narrow enough that you can address it or solve it in a reasonable period of time. You should select a topic that can be completed within a two-year time frame.
A longer time frame could allow many unexpected and competing events to occur. If you find yourself spending an exorbitant amount of time pursuing and identifying a research problem, it is possible that the problem is not solvable. With a longer time frame, you also run the risk of someone else identifying and solving the problem before you do. Hence, the concept of “original” contribution to the field is lost and you might have to start over. Moreover, you run the risk of your enthusiasm diminishing.
7. The Research Problem Must Be Worthy Of Your Time
Choosing a topic that is compelling enough to sustain further research is critical. Employers evaluate potential employees based on the student’s ability to not only finish the dissertation but also make future contributions to the field.
8. Make Your Research Topic Original- Has It Been Done Before?
The prerequisite for finding a new research topic is to be informed because most things have been studied before. Staying on top of the current debates in your academic field puts you in a position to identify the gaps in knowledge. After identifying the gaps, all you need to figure out is what kinds of information will fill these gaps.
9. Hone Your Research Skills
One way to evaluate your research skills and make sure they are up to par is to pursue a potential topic in your Research Methods or Statistics courses where you can get immediate feedback from an instructor. You can use these courses to work out potential problems in your methodology or your review of the literature; thus allowing you to work out any kinks earlier in your academic career rather than later.
10. As You Read — Ask the Following Questions.
o What is the Research Question in the Study?
o Did the Researcher Focus on the Wrong Group/subjects?
o Did the Research Leave Some Group/Something Out?
o Is the Methodology Faulty?
o Were the Findings Faulty?
o Can I Pursue the Author's Recommendation for Future Research?
o What Are the Limitations of the Study?
Kematian begitu akrab bagi Jean-Baptiste Grenouille. Udara pertama yang ia hirup di dunia adalah sabetan pisau jagal yang diayunkan ibunya, di pelabuhan Paris di antara tumpukan bau bacin ikan. Seharusnya ia bayi kelima yang dibunuh ibunya sendiri dari benih nelayan entah yang mana.
Tapi Grenouille hidup. Orang-orang keburu memergoki aksi gila itu. Ibunya kemudian dipancung. Grenouille hidup dari satu ibu susu ke ibu susu lainnya sebagaimana ketentuan waktu itu bahwa anak yatim-piatu dipelihara oleh gereja dengan membayar perempuan yang mau memberikan susunya.
Saat remaja ia melanglang Paris tanpa tujuan hingga menemukan bau aneh yang menggairahkan di sebuah dusun: aroma tubuh perawan. Dari jauh ia sudah mencium bau gadis pengupas buah plum itu. Di tempat sepi, ia sergap gadis itu dan ia ciumi seluruh permukaan kulitnya untuk menyerap aromanya. Sejak itu ia terobsesi membuat dan memiliki bau perawan.
Inilah novel biografi seorang pembunuh dari abad 18. pembunuh yang terobsesi dan hidupnya dituntun-oleh penciuman yang tajam. Menurut Patrick Süskind, penulisnya, Grenouille adalah orang Prancis yang terlupakan, tak seperti Sade, Fouch, Saint-Just atau Bonaparte yang terkenal karena kesadisannya.
Grenouille menempuh gelap dengan mengenali bau benda-benda. Setiap bau benda tersimpan dalam ingatannya, teridentifikasi, didefinisikan dan diberi nama-nama dalam kepalanya, meski ternyata bahasa tak cukup menyediakan nama. Süskind menyuguhkan sederet kisah Grenouille yang memualkan hingga akhir usianya.
Diterbitkan pertama kali tahun 1985 dalam bahasa Jerman dengan judul Das Parfume, novel ini menjadi salah satu karya penulis Eropa yang menarik perhatian penerbit Amerika setelah II nome della rosa karya ahli semiotika Italia, Umberto Eco, pada 1981. Perfume diindonesiakan dengan lumayan bagus meski masih memakai judul bahasa Inggris, padahal diterjemahkan langsung dari bahasa aslinya.
Seperti judulnya, novel ini menyuguhkan terlalu banyak risalah aroma. Dengan ketajaman penciuman, Grenouille hidup dan bekerja pada dua ahli parfum di Paris. Lewat dia kita disuguhi beragam campuran benda-benda padat dan hidup: batu, kapur, tanah, darah, kayu, rambut, ikan, tikus, anak anjing, belatung, dan seterusnya.
Untuk membuat aroma tubuh normal manusia, misalnya, Grenouille meracik tai kucing dengan cuka apel dan garam halus. Campuran ini diramu dengan telur busuk, misalnya kastroli, ammonia, pala plus kulit babi yang gosong lalu diaduk dalam alkohol. Bau busuk ini jadi hilang setelah diolesi lavender, limau, terpentin dan eukaliptus. Hasil adonan itu adalah bau manusia, bau kita.
Orang bopeng mirip katak ini telah membuat 600 jenis ramuan parfum. Dua majikannya menangguk untung dari kerja anak yang tak suka bicara ini.
Selagi bekerja kepala Grenouille terus dihantui masa lalunya. Sabetan pisau dari tangan ibunya, ibu susu-ibu susu yang mencampakkannya, pastur yang ketakutan karena bayi yang ditimangnya tak menyemburkan bau apapun, dan gadis dusun itu dengan bau menggairahkan yang telah dibunuhnya. Bau perawan ini yang kerap menyiksa Grenouille. Ia tak bisa menghindar dari kenangan bau itu. setiap kali bau perawan menyergapnya, Grenouille menggigil, sakit. Ia tak ingin tubuh perawan karena ia tak punya syahwat. Ia hanya ingin memiliki, menyatu, menikmati aromanya.
Maka 24 perawan ia bunuh. Bau tubuh mereka diserap ke kain linen yang dilapisi lemak untuk diracik menjadi parfum. Kota pun gempar. Warga dan polisi tak bisa melacak manusia cebol yang tak meninggalkan jejak di tubuh setiap mayat.
Satu perawan lagi harus dibunuh agar Grenouille punya bau perawan yang sempurna. Bau itu berasal dari gadis dibalik tembok seorang bangsawan yang membuatnya teler oleh gairah. Laure, Chris, anak bangsawan itu, adalah gadis paling cantik di Paris yang bau tubuhnya menyemburkan gairah ranjang bagi laki-laki maupun perempuan.
Tapi plot yang seharusnya menegangkan ini tersaji dengan amat datar. Keterkaitan sebab-akibat setiap peristiwa hadir lewat beragam kebetulan. Süskind hanya menulis satu bab tentang pembunuhan 24 perawan itu. sedangkan pembunuhan Laure, yang ditunggu-tunggu karena dibangun pelan-pelan sebagai aksi terakhir Grenouille, diselesaikan dalam satu paragraf dengan mudah dan selesai begitu saja.
Tak seperti Eco. II nome della rosa menghentak karena plotnya yang kompleks penuh teka-teki. Dari labirin-labirin perpustakaan besar gereja di pinggiran Italia tempat terbunuhnya para calon rahib itu menyeruak sejarah pertikaian Paus dengan ordo-ordo Katolik abad 13. juga gema sebuah pertanyaan filosofis: pernahkah Tuhan tertawa?
Pada Süskind, kompleksitas alam pikiran Grenouille itu menguap tak tergarap. Ketika Grenouille masuk gereja dan menemukan bahwa Tuhan ternyata bau tengik tak diramu dengan jenial. Rumusan itu berakhir sekeluarnya Grenouille dari gereja. Süskind lebih tertarik menyuguhkan cara meracik parfum dengan segala pernak-pernik reaksi kimianya.
Pada akhirnya Grenouille mati setelah lolos dari hukum pancung pengadilan karena terbukti menyimpan rambut dan celana dalam Laure. Ia lolos setelah memercikkan aroma Laure ke jubahnya. Algojo dan 10 ribu rakyat Paris yang ingin tahu monster pembunuh itu limbung oleh gairah hingga pesta seks terbesar dan terliar terjadi di lapangan eksekusi.
Grenouille mati oleh sekelompok orang yang jadi lapar mencium aroma daging renyah yang sengaja ia percikan ke bajunya. Mereka memakan tubuh Grenouille hingga tandas. Grenouille memilih mati seperti itu karena telah puas mengabadikan aneka bau di seluruh dunia, dalam ingatannya.
TEH adalah minuman yang dihasilkan dari seduhan daun teh. Teh (Camelia Sinensis) merupakan tanaman yanq umumnya tumbuh di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian antara 200-2000 meter di atas permukaan laut dengan suhu cuaca antara 14-25 derajat Celsius. Ketinggian tanaman dapat mencapai 9 meter untuk teh China dan teh Jawa, sedangkan untuk teh jenis Assamica dapat mencapai 12-20 meter. Namun untuk mempermudah pemetikan daun-daun teh sehingga mendapatkan pucuk daun muda yang baik, pohon teh selalu dijaga pertumbuhannya dengan cara dipotong maksimal 1 meter.
Dewasa ini dikenal beragam jenis tanaman teh yang diperoleh dari penyilangan berbagai jenis tanaman teh serta dipengaruhi pula oleh kondisi tanah dan cuaca. Hingga saat ini terdapat lebih kurang 1.500 jenis teh di seluruh dunia, yang berasal dari 25 negara yang berbeda. Namun jenis teh pada dasarnya dapat digolongkan pada tiga kelompok utama, yakni teh hitam, teh oolong dan teh hijau.
Teh hitam adalah jenis teh yang dalam pengolahannya melalui proses fermentasi secara penuh, teh oolong hanya melalui fermentasi, sedangkan teh hijau tidak melalui proses fermentasi. Sementara di Indonesia yang paling populer adalah teh melati (jasmine tea), yaitu teh hijau yaang dicampur bunga melati sehingga menimbulkan aroma yang khas.
Sejarah teh
Kebiasaan minum teh pertama kali dikenal di daratan China. Konon hal tersebut terjadi tanpa sengaja. Alkisah sekitar tahun 2737 SM, Kaisar Shen Nong mengunjungi salah satu wilayah kekuasaannya. Dalam perjalanan yang jauh tersebut, rombongan Kaisar beristirahat di tepi jalan. Para pelayan lalu menjerang air untuk minum.
Tanpa sengaja sejumlah daun kering diterbangkan angin dan masuk ke dalam air yang telah mendidih, membuat warna air menjadi kecokelatan. Ketika kaisar mencicipi air tersebut, ia menemukan bahwa rasanya enak dan menyegarkan sehingga ia menyuruh pelayannya untuk membuat seduhan itu lebih banyak lagi. Menurut legenda, inilah awal dan kebiasaan meminum teh.
Kebiasaan tersebut menyebar ke seluruh daratan China. Pada tahun 800 Lu Yu menulis sebuah buku yang pertama kali secara khusus mengupas soal teh, yang disebut Cha Ching. Isinya menjelaskan tentang berbagai cara menanam teh dan pengolahannya.
Adalah pendeta Zen Buddha Yeisei yang pertama kali memperkenalkan teh di Jepang, ia memanfaatkan nilai-nilai yang terkandung dalam upacara minum teh untuk meningkatkan rneditasi religius. Para pengikut aliran Zen memiliki kebiasaan minum teh agar dapat terjaga selama meditasi yang bisa berlangsung berjam-jam. Dalam waktu singkat teh mendapat dukungan dari kekaisaran dan menyebar diseluruh kalangan kerajaan dan biara-biara. Sementara itu, Yeisei sendiri dikenal sebagai Bapak Teh di Jepang.
Teh memasuki Eropa melalui misionaris Portugis Jasper de Cruz yang membawanya tahun 1560. Teh diperkenalkan di Portugal, lalu menyebar ke Perancis, Belanda dan negara-negara Baltik. Karena pengangkutannya menggunakan kapal laut yang ongkosnya cukup mahal, harga teh masih tinggi. Namun seabad kernudian harganya menjadi lebih terjangkau dan dapat dibeli di toko-toko. Minum teh akhirnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Perancis dan Belanda.
Sementara itu, teh pentama kali memasuki inggris antara tahun 1652 dan 1654 dan akhirnya menggantikan ale sebagai minuman nasional. Peran raja cukup menentukan untuk mempopulenkan minum teh, karena Raja Charles XI dan isterinya Catherine de Braganza adalah peminum teh. Dari Inggris, teh kemudian mencapai Amerika tahun 1720.
Berbeda dengan negara-negara lain yang rnemiliki tradisi minum teh yang kuat, minum teh di Indonesia hampir bisa dikatakan, tidak terikat aturan apa pun. Untuk kenikmatan penyajian, seduhan teh dapat dicampur dengan gula sesukanya. teh dapat diminurn kapan saja, dari pagi hingga malam. Wadah dan cara meminumnya juga tidak memiliki aturan khusus.
Manfaat kesehatan teh
Minum teh ternyata tak hanya menyegarkan. Para ahli terus melakukan penelitian tentang manfaat teh, khususnya terhadap kesehatan.
Teh hijau, misalnya, diketahui memiliki antioksidan alami yang disebut polyphenol, yang dapat membantu menghalangi pertumbuhan sel kanker kulit. Selain itu, pengaruh antioksidan tersebut membantu liver berfungsi lebih efektif, sehingga teh hijau juga dapat membantu mempercepat tingkat metabalisme.
Manfaat lain yang terus diteliti adalah kaitannya dengan mencegah penyakit jantung. Sepenti diketahui, pengaruh ontioksidan juga dapat membantu mencegah oksidasi kolesterol LDL dalam arteri sehingga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.
Bagi penderita diabetes, kandungan polyphenol juga bermanfat untuk membantu menurunkan tingkat gula darah. Seperti diketahui, tingginya glukosa dan insulin dalam darah memungkinkan orang terkena diabetes.
Bahkan teh hijau juga diduga memiliki manfaat terhadap kanker. Sebuah percobaan sekitar 20 tahun yang lalu membuka wacana tentang hal ini dan meski masih banyak perdebatan namun konsumsi teh hijau kerap diasosiasikan dengan pengurangan risiko berbagai penyakit kanker.
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat.Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.
Tujuan pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Pendidikan harus mampu mempersiapkan warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan, cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, berdisiplin dan bermoral tinggi, demokratis, dan toleran dengan mengutamakan persatuan bangsa dan bukannya perpecahan.
Mempertimbangkan pendidikan anak-anak sama dengan mempersiapkan generasi yang akan datang. Hati seorang anak bagaikan sebuah plat fotografik yang tidak bergambar apa-apa, siap merefleksikan semua yang ditampakkan padanya.
Empat pilar pendidikan sekarang dan masa depan yang dicanangkan oleh UNESCO yang perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan formal, yaitu: (1) learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2) learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) dalam hal ini kita dituntut untuk terampil dalam melakukan sesuatu, (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan (4) learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama).
Dalam rangka merealisasikan `learning to know`, Guru seyogyanya berfungsi sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut untuk dapat berperan sebagai teman sejawat dalam berdialog dengan siswa dalam mengembangkan penguasaan pengetahuan maupun ilmu tertentu.
Learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) akan bisa berjalan jika sekolah memfasilitasi siswa untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimilikinya, serta bakat dan minatnya. Walaupun bakat dan minat anak banyak dipengaruhi unsur keturunan namun tumbuh berkembangnya bakat dan minat tergantung pada lingkungannya. Keterampilan dapat digunakan untuk menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan dalam mendukung keberhasilan kehidupan seseorang.
Pendidikan yang diterapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau kebutuhan dari daerah tempat dilangsungkan pendidikan. Unsur muatan lokal yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan daerah setempat.
learning to be (belajar untuk menjadi seseorang) erat hubungannya dengan bakat dan minat, perkembangan fisik dan kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi lingkungannya. Bagi anak yang agresif, proses pengembangan diri akan berjalan bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Sebaliknya bagi anak yang pasif, peran guru dan guru sebagai pengarah sekaligus fasilitator sangat dibutuhkan untuk pengembangan diri siswa secara maksimal.
Kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima (take and give), perlu ditumbuhkembangkan. Kondisi seperti ini memungkinkan terjadinya proses “learning to live together” (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). Penerapan pilar keempat ini dirasakan makin penting dalam era globalisasi/era persaingan global. Perlu pemupukkan sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama agar tidak menimbulkan berbagai pertentangan yang bersumber pada hal-hal tersebut.
Dengan demikian, tuntutan pendidikan sekarang dan masa depan harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral manusia Indonesia pada umumnya. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian diharapkan dapat mendudukkan diri secara bermartabat di masyarakat dunia di era globalisasi ini.
Mengenai kecenderungan merosotnya pencapaian hasil pendidikan selama ini, langkah antisipatif yang perlu ditempuh adalah mengupayakan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, serta perbaikan manajemen di setiap jenjang, jalur, dan jenis pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah, khususnya di kabupaten/kota, seyogyanya dikaji lebih dulu kondisi obyektif dari unsur-unsur yang terkait pada mutu pendidikan, yaitu:
(1) Bagaimana kondisi gurunya? (persebaran, kualifikasi, kompetensi penguasaan materi, kompetensi pembelajaran, kompetensi sosial-personal, tingkat kesejahteraan);
(2) Bagaimana kurikulum disikapi dan diperlakukan oleh guru dan pejabat pendidikan daerah?;
(3) Bagaimana bahan belajar yang dipakai oleh siswa dan guru? (proporsi buku dengan siswa, kualitas buku pelajaran);
(4) Apa saja yang dirujuk sebagai sumber belajar oleh guru dan siswa?;
(5) Bagaimana kondisi prasarana belajar yang ada?;
(6) Adakah sarana pendukung belajar lainnya? (jaringan sekolah dan masyarakat, jaringan antarsekolah, jaringan sekolah dengan pusat-pusat informasi);
(7) Bagaimana kondisi iklim belajar yang ada saat ini?.
Mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian pembenahan terhadap segala persoalan yang dihadapi. Pembenahan itu dapat berupa pembenahan terhadap kurikulum pendidikan yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, menerapkan konsep belajar tuntas dan membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri. Perlu diidentifikasi unsur-unsur yang ada di daerah yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses peningkatan mutu pendidikan, selain pemerintah daerah, misalnya kelompok pakar, paguyuban mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat daerah, perguruan tinggi, organisasi massa, organisasi politik, pusat penerbitan, studio radio/TV daerah, media masa/cetak daerah, situs internet, dan sanggar belajar.
Sumber: www.pendidikan.net
Penulis: M. Sobry Sutikno (Mahasiswa S.3 UNJ / Direktur Eksekutif YNTP Research and Development NTB)
Judul lagu berirama dangdut disko itu agak aneh : Keong Racun. Namun lagu aneh yang dinyanyikan dua wanita muda dari kota Bandung ini sudah seminggu terakhir mengharu biru jagat twitter global. Video klip-nya yang amatiran di YouTube sudah ditonton oleh lebih dari 1,5 juta kali (lagunya sendiri asyik; waktu mendengarnya di Youtube, saya cuman bisa senyam-senyum sendirian).
Mendadak sosok dua perempuan muda yang culun itu melambung. Hanya melalui medium twitter dan youtube, dua anak muda yang tadinya bukan siapa-siapa sekejap menjadi “special people”. Para ahli komunikasi menyebut fenomena ini sebagai “social media effect”. Orang pemasaran menyebutnya “viral marketing”.
Viral marketing mungkin dapat diartikan sebagai proses pemasaran yang menjalar dalam waktu sekejap. Dan proses ini menjadi sangat mungkin terjadi lantaran merebaknya beragam social media site, semacam Youtube, Twitter, Facebook ataupun Kaskus.
Jika diracik dengan jeli, proses viral marketing ini bisa menjadi alat pemasaran yang ampuh, dan ini dia, biayanya praktis mendekati zero. Sebab yang aktif menjadi pelaku adalah para “netizen (atau twitterian, facebooker, kaskuser, atau youtuber”) yang dengan sukarela mempromosikan sebuah produk yang sedang digodok – persis seperti kisah melejitnya lagu Keong Racun itu.
Berangkat dari kisah semacam itu, kita membayangkan mestinya para netizen (khususnya para twitterian) bisa membangun viral marketing yang membawa nama brand Indonesia di jagat internasional.
Seperti yang kita ketahui, dalam Twitter terdapat menu trending topic (atau kata kunci yang lagi hot) dan selalu dipasang di halaman pertama mereka; sehingga pasti dibaca ratusan juta pengguna Twitter di seluruh jagat. Prestasi para twitterian dari Indonesia sungguh ndak main-main. Berkali-kali mereka bisa mengusung kata kunci khas Indonesia dalam trending topics di Twitter. Terakhir ya itu tadi, kata kunci : Keong Racun. Kata kunci aneh ini nangkring di trending topic nomer satu (!) di Twitter selama tiga hari; jadi semua orang di seluruh dunia bengong : what the hell Keong Racun is ?
Keberhasilan para twitterian dari Indonesia mengusung kata menjadi trending topic disebabkan alasan yang simpel : jumlah pengguna twitter dari tanah air sekitar 6 juta — termasuk tertinggi di dunia. Dan satu lagi, twitterian tanah air rajin berceloteh, heboh, dan memiliki solidaritas yang kental. Maksudnya, jika ada satu orang bicara mengenai lagu Keong Racun, maka ribuan pengguna lainnya segera nimbrung dan membicarakan hal yang sama. Inilah yang menjelaskan mengapa kata kunci aneh itu mendadak melambung menghiasi halaman muka Twitter.
Cuman sialnya, kata-kata yang terangkat menjadi trending topic sering kata yang ndak bermutu (kata Keong Racun bermutu ndak ya?). Sebelumnya lebih konyol, yakni kata : Ariel Peterporn. Ndak tanggung-tanggung, kata kunci aneh itu nampang nomer satu selama empat hari di Twitter (inilah yang membuat Paris Hilton dan Lady Gaga ngebet ingin berkenalan dengan Ariel ).
Nah bayangkan, betapa harumnya nama Indonesia, jika kata yang diangkat menjadi trending topic adalah kata magis seperti : VisitBorobudurTemple atau WearBatikIndonesia atau sejenisnya. Dan setiap tweet yang muncul selalu disertai dengan link ke YouTube yang menampilkan video tentang keindahan Candi Borobudur atau kehebatan para perajin batik dari tanah air.
Saya percaya, dengan spirit solidaritas yang kental dan kehebohan para twitterian dari tanah air, kata kunci magis seperti itu bisa dengan mudah nangkring di peringkat pertama trending topic Twitter; dan nampang berhari-hari di halaman muka situs ini. Jika itu terjadi, dalam sekejap jutaan pengguna twitter dan youtube di seluruh dunia bisa segera mengenal dan tertarik datang ke Indonesia. Sungguh sebuah promosi yang ampuh, dan murah meriah.
Bagaimana caranya itu terjadi? Relatif mudah saya kira. Cukup dengan mengumpulkan para twitterian tanah air yang punya banyak followers (seperti Sherina, Dewi Lestari, Adri Subono, Wimar Witoelar, dan lainnya) dalam sebuah event. Lalu tampilkan kampanyenya di media seperti Detik.com dan Kompas.com atau Kaskus. Ambil momen tertentu sebagai targetnya, misal : pada tanggal 17 Agustus, semua twitterian tanah air beramai-ramai nge-tweet dengan disertai #WeAreProudToBeIndonesian. Akan lebih mak nyus, jika tweet-tweet ini disertai dengan link ke Youtube yang menampilkan video tentang panorama negeri Indonesia yang elok dengan pohon kelapa yang nyiur melambai.
Jika itu terjadi, maka pada tanggal 17 Agustus 2010 (atau entah tahun kapan), kata kunci #WeareProudtoBeIndonesian akan muncul menjadi top trending topic. Dan itu artinya ratusan juta pengguna Twitter di seluruh dunia akan tahu bahwa kita bangga menjadi orang Indonesia.
Selamat bulan Agustus teman. Semoga kita semua tetap bangga dengan negri tercinta Indonesia.
JAKARTA--MI: Terakhir, atap kura-kura Gedung DPR-RI sempat diduduki mahasiwa pada hari-hari terakhir menjelang lahirnya Orde Reformasi, 10 Mei 1998.
Berselang 12 tahun, atap gedung yang sering digunakan untuk mengadakan rapat paripurna tersebut, kembali diduduki oleh rakyat yang 'gerah' ingin menyampaikan suara. Dan kali ini tidak butuh beribu-ribu orang, cukup satu orang yang dengan aksinya mampu mewakili cerminan kegelisahan rakyat atas ketidakbecusan kerja pemerintah.
Sendirian, Pong Harjatmo mulai manaiki atap hijau tersebut. Sekitar pukul 12.00 siang, tepat di tengah atap, dengan mengenakan kemeja putihnya, aktor kawakan tersebut mulai mencorat-coret atap tersebut dengan cat semprot berwarna merah. Hasil coretan pun terlihat, bertuliskan JUJUR ADIL TEGAS.
"Hari ini saya habis mencoret-coret atap gedung DPR. Ini sebagai shock treatment bagi para pemimpin rakyat itu. Saya kesal melihat pemerintah yang tidak becus bekerja," ungkap Pong saat diwawancara di kantor Media Indonesia seusai melakukan aksinya, Jakarta, Jumat (30/7).
Dirinya mengaku sudah mencapai puncak kekesalan terhadap Pemerintah. Salah-satu pemicunya yaitu melihat kelakuan negatif para wakil rakyat yang duduk di kursi DPR-MPR RI.
"Belum setahun bertugas sudah sering absen. Gaji tetap penuh, tapi disiplinnya tidak ada," cetusnya.
Belum lagi, lanjutnya, sikap pemerintah yang selalu mengambangkan berbagai masalah. Dimana, banyak kasus yang tidak cepat dituntaskan seperti halnya kasus Century, yang makin hari makin tidak jelas. "Kejujuran, Keadilan dan Ketegasan makin hari makin hilang," ujarnya.
Pong mengungkapkan bahwa yang paling menyedihkan adalah melihat nasib janda-janda pahlawan yang diperkarakan pengadilan. Ditambah, kasus gas 3 kilogram yang banyak memakan korban dan menyebarkan teror di masyarakat, yang tidak lain dan tidak bukan merupakan hasil dari ketidakberesan pemerintah mengimplementasikan kebijakannya.
"Saya sangat miris melihat janda pahlawan yang diperkarakan. Belum lagi gas tiga kilogram yang meledak sana-sini, yang memakan banyak korban. Itu sama saja menyebarkan teroris dimana mana," katanya.
Saat ini, berbagai bentuk suara rakyat sudah tidak dihiraukan oleh pemerintah. Baik demo rakyat maupun sindiran di berbagai media masa dan elektronik pun hanya angin lalu bagi pemerintah. Itulah yang membuat Pong memilih untuk menunjukkan aksinya dengan cara mencorat-coret atap tersebut.
"Bicara tidak didengar, menulis juga tidak didengar, sentilan-sentilan di acara-acara TV hanya dinikmati saja. Ya sudah, saya coret saja parlemen tertinggi itu agar didengar. Dengan ini akan langsung menyindir mereka," katanya.
Dalam aksinya tersebut, Pong sempat ditangkap oleh Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR. Namun, ia pun dibebaskan dengan syarat tidak boleh corat-coret lagi dan mengganti kerugian biaya cat.
Menurutnya, aksi nekatnya ini dinilai tidak akan merugikan bangsa dan negara. Gerakannya murni ingin menyampaikan apa yang juga dirasakan oleh rakyat banyak. Diharapkan rakyat akan termotivasi, dan pemerintah berkaca diri dan cepat memperbaiki diri mereka.
"Saya bukan menghujat, menginjak foto presiden atau membakar bendera Merah-Putih. Anjuran saya hanya itu, kalau jadi pemimpin harus jujur, adil dan tegas, itu saja. Insya Allah rakyat mendukung saya." (*/OL-2)
